pre-eklpsi pada ibu hamil
Jumat, 20 Mei 2016
Senin, 16 Mei 2016
menajemen asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan hipertensi
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Penyakit
hipertensi merupakan penyebab signifikan morbiditas dan mortalitas maternal dan
janin atau neonatus. Penyakit hipertensi dalam kehamilanmerupakan kelainan
vaskuler yang terjadi sebelum kahamilan atau timbul dalam kehamilan atau pada
permulaan nifas. Penyakit ini sering dijumpai dan masih merupakan salah
satu kematian ibu. Di U.S.A misalnya 1/3 dari kematian ibu disebabkan penyakit
ini. Laporan tiga tahunan mengenai kematian ibu di Inggris pada tahun 1997-1999
( Lewis & Drife 2001 ) mengidentifikasi bahwa gangguan hipertensi pada
kehamilan merupakan penyebab tersering kedua kematian maternal dengan 5,2
kematian per satu juta ibu yang menderita pre-eklamsi dan 2,4 per satu juta ibu
yang menderita eklamsi. Hipertensi merupakan penyakit medis yang paling sering
terjadi pada kehamilan, terjadi pada kira-kira 10% dari seluruh kehamilan.
Observasi yang cermat terhadap kondisi ini mengidentifikasi bahwa insiden
penyakit hipertensi bervariasi sesuai dengan lokasi geografis dan ras.
Ada banyak kasus dimana wanita hamil dengan hipertensi
mampu menjaga kehamilan sampai dengan kelahiran dengan selamat. Dengan bantuan
medis selama kehamilan, komplikasi selama kehamilan dapat dicegah. Bagaimanapun
juga, hipertensi selama kehamilan selalu dibutuhkan perhatian khusus.
Wanita hamil yang menderita hipertensi dimulai sebelum
hamil, memiliki kemungkinan komplikasi pada kehamilannya lebih besar
dibandingkan dengan wanita hamil yang menderita hipertensi ketika sudah hamil.
Karena beberapa wanita hamil memiliki kemungkinan menderita hipertensi selama
kehamilan karena beberapa faktor.
Banyak akibat yang bisa ditimbulkan oleh hipertensi.
Resiko terbesar hipertensi pada wanita hamil adalah kerusakan pada ginjal. Pada
kasus yang lebih serius, ibu bisa menderita preeclampsia atau keracunan pada
kehamilan, yang akan sangat membahayakan baik baik ibu maupun bagi janin.
Selain itu hipertensi bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah, stroke, dan
gagal jantung di kemudian hari. Preeclampsia dimulai pada kehamilan minggu
ke-20, sebagai akibat dari hipertensi. Berpengaruh pada ginjal dan pengeluaran
protein melalui urin, juga mempengaruhi otak, placenta dan hati (liver). Pada
janin, preeclampsia bisa menyebabkan berat badan lahir rendah, keguguran, dan
lahir prematur.
Berdasarkan penelitian, preeclampsia menjadi penyebab
terbesar nomer 2 pada kasus keguguran atau kematian janin. Gejala-gejala yang
ditimbulkan berupa sering pusing, penglihatan yang kabur dan sensitif terhadap
sinar, juga proteinuria (protein pada urin) pada pemeriksaan laboratorium.
C. Tujuan
1.Tujuan
Umum
Mahasiswa
akademi kebidanan mampu mempunyai wawasan yang lebih dalam dari pengalaman yang
nyata dalam melaksanakan manejemen kebidanan pada ibu hamil ny “N” G1P1A0H0 uk 38-39 minggu dengan hipertensi di puskesmas ambacang tanggal 02
mei 2016.
2.Tujuan Khusus
- Mahasiswa
mampu melaksanakan pengkajian data subjektif pada ny “N” G1P1A0H0 uk 38-39
minggu dengan hipertensi di
puskesmas ambacang tanggal 02 mei 2016.
- Mahasiswa
mampu melaksanakan pengkajian objektif pada ny ny “N” G1P1A0H0 uk 38-39
minggu dengan hipertensi di
puskesmas ambacang tanggal 02 mei 2016.
- Mahasiswa
mampu melakukan analisa dan
mengidentifikasi masalah potensial pada ny “N” G1P1A0H0 uk 38-39
minggu dengan hipertensi di
puskesmas ambacang tanggal 02 mei 2016.
- Mahasiswa
mampu membuat rencana asuhan kebidanan disertai rasionalisasi dan
intervensi pada ny “N” G1P1A0H0 uk 38-39 minggu dengan hipertensi di
puskesmas ambacang tanggal 02 mei 2016.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A. HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN
1.
Definisi
Hipertensi
karena kehamilan yaitu : tekanan darah yang lebih tinggi dari 140/90mmHg yang disebabkan
karena kehamilan itu sendiri, memiliki potensi yang menyebabkan gangguan serius
pada kehamilan. (Sumber: SANFORD,MD tahun 2006).
Nilai normal
tekanan darah seseorang yang disesuaikan tingkat aktifitas dan keseatan secara
umum adalah 120/80mmHg. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan
meningkat saat beraktifitas atau berolahraga
Hipertensi
berasal dari bahasa latin yaitu hiper dan tension. Hiper artinya tekanan yang
berlebihan dan tension artinya tensi. Hipertensi atau tekanan darah tinggi
adalah suatu kondisi medis dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah
secara kronis (dalam waktu yang lama) yang mengakibatkan angka kesakitan dan
angka kematian. Seseorang dikatakan
mendetita tekanan darah tinggi atau hipertensi yaitu apabila tekanan darah
sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. (sumber : FK UI 2006)
Hipertensi
karena kehamilan yaitu : hipertensi yang terjadi karena atau pada saat
kehamilan dapat mempengaruhi kehamilan itu sendiri biasanya terjadi pada usia
kehamilan memasuki 20 minggu (sumber: kebidanan). (Ai Yeyeh Rukiyah, Asuhan
Kebidanan 4 Patologi. Hal: 167-168)
Hipertensi
yaitu peningkatan tekanan sistolik sekurang- kurangnya 30 mmHg atau peningkatan
tekanan diastolik sekurang-kurangnya 15 mmHg, atau adanya tekanan sistolik
sekurang-kurangnya 140 mmHg dan tekanan diastolik sekurang-kurangnya 90 mmHg.
Hipertensi juga dapat ditentukan dengan tekanan arteri rata-rata 105 mm Hg atau lebihatau dengan
kenaikan 20 mmHg atau lebih nilai-nilai
yang disebutkan diatas harus
bermanifesti sekurang-kurangnya dua kesempatan dengan perbedaan waktu 6
jam atau lebih dan harus didasarkan pada
nilai tekanan darah sebelumnya yang
diketahui.
Hipertensi
kehamilan berkembangnya hipertensi selama kehamilan atau 24 jam pertama
postpartum pada seseorang yang sebelumnya normotensi. Tak ada petunjuk-petunjuk
lain dari pre-eklamsia atau penyakit vaskuler hipertensi. Teknan darah kembali
dalam batas normal dalm sepuluh hari setelah persalinan. Beberapa pasien dengan
hipertensi kehamilan sebenarnya mungkin
mengidap preeklamsia atau penyakit vaskuler hipertensi, tetapi mereka tidak
mempunyai criteria untuk diagnosis ini.
Proteinuria
yaitu adanya protein dalam urine dalam
jumlah lebih besar dari 0,3 g per liter urine 24 jam atau dalam konsentrasi
lebih besar dari 1 gram per liter (1+ sampai 2+ dengan metode turbidimetrik
standard) pada kumpulan urine sacara acak pada dua atau lebih kesempatan
sekurang-kurangnya dengan beda waktu 6 jam.
Contoh urin harus bersih—sebaiknya urine midstream atau yang diambil melalui kateter.
Edema yaitu
akumulasi cairan yang menyeluruh dan berlebihan dalam jaringan umumnya
ditampakan dengan adanya pembengkakan ekstremitas dan bawah.
Pre-eklamsia
yaitu berkembangnya hipertensi dengan
pre-eklamsia atau edema atau keduanya yang disebabkan oleh kehamilan atau
dipengaruhi oleh kehamilan yang sekarang. Biasanya keadaan ini
timbul setelah usia kehamilan 20 minggu tetapi dapat pula berkembang sebelum saat tersebut pada penyakkit trofoblastik.
Pre-eklamsia merupakan gangguan yang
terutama terjadi pada primigravida.
Eklamsia
yaitu terjadinya satu atau beberapa kejang
yang bukan diakibatkan oleh keadaan serebral lain seperti epilepsi, atau
perdarahan otak pada pasien dengan pre-eklamsia.
Pre-eklamsia
atau eklamsia penyerta: berkembangnya
pre-eklamsia atau eklamsia pada pasien
dengan penyakit vascular hipertensi
kronik atau penyakit ginjal. Bila hipertensi mendahului kehamilan ,
seperti yang diperlibatkan oleh catatan
tekanan darah sebelumnya, suatu
peningkatan tekanan sistolik 30 mmHg atau peningkatan tekanan diastolic 15 mmHg
dan berkembangnya proteinuria, edema atau keduanya harus
terjadi selama kehamilan untuk menetapkan diagnostik. (Kapita Selekta,
Kegawatdaruratan Obstetri dan Ginekologi.
Hal : 236)
2.
Etiologi
Penyebab
hipertensi pada sebagian besar kasus, tidak diketahui sehingga disebut hipertensi esensial. Namun demikian, pada sebagian kecil kasus hipertensi merupakan akibat sekunder prosespenyakit lainnya, seperti ginjal; defek adrenal; komplikasi terapi obat.
penyakithipertensi yang
disebabkan oleh faktor herediter, faktoremosi (Stress)
dan lingkungan (pola hidup).
2.
Penyakit Ginjal
Penyakit ginjal dan gejala hipertensi dan dapat
dijumpai pada wanita hamil adalah :
Glomerulonefritis akut dan
kronik
Plelenofritus akut dan kronik (Sinopsis Obstruksi, 1989
Keturunan/genetik,
obesitas, stress, rokok, pola makan yang salah, emosioal, wanita yang
mengandung bayi kembar, ketidak sesuaian RH, sakit ginjal, hiper/hypothyroid,
koarktasi aorta, gangguan kelenjar adrenal, gangguan kelenjar parathyroid. ( Ai
Yeyeh Rukiyah, Asuhan Kebidanan 4 Patologi. Hal : 168)
3.
Manifestasi Klinis
Gejala yang
biasanya timbul pada ibu yang mengalami hipertensi pada kehamilan harus diwaspadai
jika ibu megeluh :
Mudah lelah
Mual, MuntaH
Sesak napas
Gelisah
Perdarahan dari hidung
Wajah kemerahan
Pandangan menjadi kabur sebab adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan
ginjal.
4.
Klasifikasi Hipertensi
Kelainan yang menyebabkan hipertensi yang timbul
sebagian akibat kehamilan dan akan
menghilang pada masa nifas seperti: hipertensi tanpa protein urin atau oadema,
preeklamsia ringan atau berat, eklamsia, hipertensi kronis, kehamilan yang
memperburuk hipertensi, hipertensi sementara (transient hypertension). ( Ai
Yeyeh Rukiyah, Asuhan Kebidanan 4 Patologi. Hal : 168).
5.
Pencegahan
Penyakit Hipertensi
Pencegahan
kejadian hipertensi secara umum agar
menghindari tekanan darah tinggi adalah dengan mengubah kearah hidup sehat,
tidak terlalu banyak pikiran, mengatur diet/pola makan seperti rendah garam,
rendah kolesterol dan lemak jenuh, meningkatkan konsumsi buah dan sayuran,
tidak mengkonsumsi alkohol dan rokok, perbanyak makan mentimun, belimbing dan
juga jus apel dan seledri setiap pagi. Bagi yang mempunyai keluarga riwayat
penyumbatan arteri dapat meminum jus
yang dicampur dengan susu nonfat yang
mengandung omega3 tinggi. ( Ai Yeyeh Rukiyah, Asuhan Kebidanan 4 Patologi. Hal
: 168)
Jika
seseorang dicurigai hipertensi, maka dilakukan beberapa pemeriksaan yaitu
anamnesa adakah dalam keluarga yang
menderita hipertensi. Dilakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan
laboratorium, pegobatan nonfarmakologik, mengurangi berat badan bila terdapat kelebihan (IMT: >27), membatasi alkohol dan
menghentikan rokok serta mengurangi makanan berkolesterol/lemak jenuh.
Menghentikan konsumsi kopi yang
berlebih, berolahraga ringan, mengurangi asupan natrium (400 mmd Na/64
NaCL/hari) mempertahankan asupan kalsium dan magnesium adekuat, perbanyak
unsure kalium (buah-buahan), tidak banyak pikiran, istirahat yang cukup. ( Ai
Yeyeh Rukiyah, Asuhan Kebidanan 4 Patologi. Hal : 169)
6. Penatalaksanaan
Adapun penatalaksanaannya antara lain :
1. Deteksi Prenatal Dini
Waktu pemeriksaan pranatal dijadwalkan setiap 4 minggu sampai usia
kehamilan 28 minggu, kemudian setiap 2 minggu hingga usia kehamilan 36 minggu,
setelah itu setiap minggu.
2. Penatalaksanaan Di Rumah
Sakit
Evaluasi sistematik yang dilakukan mencakup :
Pemeriksaan terinci diikuti oleh pemantauan setiap hari untuk mencari
temuan-temuan klinis seperti nyeri kepala, gangguan penglihatan, nyeri
epigastrium, dan pertambahan berat yang pesat.
Berat badan saat masuk
Analisis untuk proteinuria saat masuk dan kemudian paling tidak setiap 2
hari
Pengukuran tekanan darah dalam posisi duduk setiap 4 jam kecuali antara
tengah malam dan pagi hari
Pengukuran kreatinin plasma atau serum, gematokrit, trombosit, dan enzim
hati dalam serum, dan frekuensi yang ditentukan oleh keparahan hipertensi
Evaluasi terhadap ukuran janin dan volume cairan amnion baik secara klinis
maupun USG
Terminasi kehamilan
Pada
hipertensi sedang atau berat yang tidak membaik setelah rawat inap biasanya
dianjurkan pelahiran janin demi kesejahteraan ibu dan janin. Persalinan
sebaiknya diinduksi dengan oksitosin intravena. Apabila tampaknya induksi
persalinan hampir pasti gagal atau upaya induksi gagal, diindikasikan seksio
sesaria untuk kasus-kasus yang lebih parah.
3. Terapi Obat Antihipertens
Pemakaian
obat antihipertensi sebagai upaya memperlama kehamilan atau memodifikasi
prognosis perinatal pada kehamilan dengan penyulit hipertensi dalam berbagai
tipe dan keparahan telah lama menjadi perhatian.
4. Penundaan Pelahiran Pada Hipertensi Berat
Wanita dengan hiperetensi berat biasanya harus segera menjalani pelahiran.
Pada tahun-tahun terakhir, berbagai penelitian diseluruh dunia menganjurkan
pendekatan yang berbeda dalam penatalaksanaan wanita dengan hiperetensi berat
yang jauh dari aterm. Pendekatan ini menganjurkan penatalaksanaan konservatif
atau “menunggu” terhadap kelompok tertentu wanita dengan tujuan memperbaiki
prognosis janin tanpa mengurangi keselamatan ibu
7.
Peran Bidan Terhadap Hipertensi dalam Kehamilan
Hal – hal
yang harus bidan lakukan dalam pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan yaitu:
a. Memeriksa tekanan darah secara tepat
pada setiap pemeriksaan kehamilan, termasuk pengukuran tekanan darah dengan
teknik yang benar.
b.
Melakukan pemeriksaan pada setiap pagi hari.
c.
Ukur tekanan darah pada lengan kiri. Posisi ibu hamil duduk atau berbaring
dengan posisi yang sama pada tiap kali pengukuran ( Letakkan tensimeter di
tempat yang datar setinggi jantung ibu hamil dan gunakan ukuran manset
yang sesuai)
d.
Catat tekanan darah
e.
Jika tekanan darah diatas 140/90 mmhg atau peningkatan diastole 15 mmhg atau
lebih (sebelum 20 minggu),ulangi pengukuran tekanan darah dalam 1 jam.Bila
tetap maka berarti ada kenaikan tekanan darah.Periksa adanya edema terutama
pada wajah atau pada tungkai baeah /tulang kering atau daerah sacral.
f.
Bila ditemukan hipertensi pada kehamilan, lakukan pemeriksaan urin terhadap
albumin pada setiap kali kunjungan.
g.
Segera rujuk ibu hamil ke rumah sakit jika : Tekanan darah sangat tinggi,
kenaikan tekanan darah naik secara tiba- tiba,berkurangnya air seni(
sedikit dan berwarna gelap),edema berat yang timbul mendadak,khususnya pada
wajah/daerah sacral
h.
Jika tekanan darah naik namun tidak ada edema sedangkan doker tidak mudah
dicapai maka pantaulah tekanan darah, periksa protein urin terhadap protinuria
dan denyut jantung janin dengan seksama pada keesokan harinya atau sesudah 6
jam istirahat.
i.
Jika tekanan darah tetep naik ,rujuk untuk pemeriksaan lanjutan walaupun tidak
edema atau proteinuria.
j.
Jika tekanan darah kembali normal atau kenaikannya kurang dari 15 mmhg:
a)
Beri informasi atau penjelasan pada ibu hamil ,suami atau keluarga tentang
tanda-tanda eklamsia yang mengancam ,khususnya sakit kepala ,pandangan kabur,
nyeri ulu hati dan pembengkakan pada kaki/punggung/wajah.
b)
Jika tanda-tanda diatas ditemukan segera rujuk ke rumah sakit
k. Bicarakan seluruh temuan dengan ibu hamil
dan suami/keluarga.
l. Catat semua temuan pada KMS
ibu hamil / buku KIA.
A. KONSEP DASAR MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN
Proses manajsmen kebidanan merupakan
proses pemecahan masalah. Proses ini merupakan sebuah metode dengan
pengorganisasian pemikiran dan tindakan-tindakan dengan unttan yang logis dan
menguntungkan baik bagi klien maupul bagi tenaga kesehatan. Proses ini
menguraikan bagaimana prilaku yang diharapkan dari pemberi asuhan. Proses
manajemen ini bukan hanya terdiri dari pemikiran dan tindakan saja melainkan
juga prilaku pada setiap langkah agar pelayanan yang komprehensif dan aman
dapat tercapai. Denga:r demikian proses manajemen harus mengikuti urutan yang
logis dan memberikan pengertian yang tnenyatukan pengetahuan, hasil temuan, dan
penilaian yang terpisah-pisah rnenjadi satu kesatuan yang berfokus pada
manajemen klien (Varney. 1997).
Proses manajemen menurut varney
(1997) terdiri dedli 7 langkah yang berurutan dimana setiap langkah
disempurnakan secara periodik- Proses dimulai dengan pengumpulan data dasar
& berakhir dengan evaluasi. Ketujuh langkah tersebut membentuk suafu
ksrangka lengkap yang dapat diaplikasikan dalam situasi apapun.
Langkah-langkah penerapan manajemen kebidanan
dilakukan secar berkesinambungan, yairu :
- Mengumpulkan
data yang diperlukan untuk mengidentifikasi pasien secara lengkap.
- Mengidentifikasi
masalah atau cliagnosa berdasarkan interpretasi yang benar dari data
tersebut.
- Mengantisipasi
masalah potensial atau diagnosa lainnya yang mungkin terjadi karena
masalah atau diagnosa yane telah diidentifikasi.
- Mengevaluasi
perlunya intervensi segera oleh bidan atau dokter.
- Mengembangkan
rsncana asuhan yang menyeluruh.
- Mengembangkan
rencana asuhan tersebut secara efisien dan aman
- Mengevaluasi
keefektifan dari asuhan yang telah diberikan.
Langkah-langkah dalam penatalaksanan pada dasarnya
jelas, akan tetapi dalam pernbahasan singkat mengenai langkah-langkah tersebut
mungki akan lebih memperjelas proses pemikiran dalam proses klinis yang
berorientasi pada langkah ini. Pemrlis membatasi hanya pada kasus persalina
post-term.
Ketujuh langkah tersebut adalah sebagai berikut :
Langkah I: Pengkajian.
Pengkajian adalah pendekatan
sistematis untuk mengumpulkan data, mengelompokkan data dan menganalisa
data sehingga dapat diketahui masalah dan keadaan klien. Pada langkah pertama
ini dikumpulkan semua informasi yang akurat dari semua sumber yang berkaitan
dengan kondisi klien
Data-data yang dikumpulkan meliputi :
A. Data
Subjektif
- Biodata atau identitas klien
dan suami.
Yang perlu
dikaji : nama, umur, agama, suku, pendidikan, pekerjaan dan alamat. Maksud pertanyaan ini adalah untuk mengidentifikasi
(mengenal), klien.
- Keluhan Utama
Merupakan alasan utama klien untuk datang ke RS dan
apa-apa saja yang dirasakan klien.
Kemungkinan yang ditemui : ibu mengalami DMG seperti
sering kencing, cepat haus.untuk mengetahui hal patologis dalam kehamilan yang
dirasakan oleh ibu. Misalnya : ibu dengan DM sering merasakan polyfagi ( ibu
sring merasa lapar), polyuri (sering kencing), polydipsi (sering mersa haus).
Hal ini di karenakan ibu hamil dengan DMG terjadi perubahan fisiologis, juga
terjadi perubahan jumla atau fungsi yang abnormal terhadp insulin. Sehingga
terjadi juga perubahan kinetika serta resistensi terhadap insulin yang mengakibatkan komposisi sumber energy
dalam plasma ibu rendah ( kadar gula darah tinggi dan kadar insulin juga tetap
tinggi).
- Riwayat Perkawinan
Kemungkinan diketahui stafus perkawinan, urnur waktu kawin, berapa lama
kawin baru hamil.
- Riwayat menstruasi
Yang
ditanyakan adalah HPHT untuk menentukan taksiran persalinan, siklus, lama,
banyaknya bau, warna dan apakah nyeri wakru haid. serta kapan mendapat haid
pertama kalinya
- Riwayat Obstetrik yang lalu
Riwayat ini sangat penting untuk mendukung diagnose actual. Untuk
mengetahui berapa kali ibu pernah hamil, jumlah anak yang dimiliki,jumlah
persalinan aterm,preterm dan pernah atau tidak abortus. umur kahamilan saat
lahir, apakah ada penyulit saat hamil, tempat bersalin, penolong persalinan,
berat badan bayi saat lahir jenis kelamin anak, jenis persalinan, apakah
ada penyulit saat nifas, keadaan anak sekarang serta umur anak sekarang untuk
mengetahui bagaimana riwayat persalinan ibu sebelumnya, misalnya pada ibu
dengan DMG komplikasi pada janin megakibatkan janin menjadi besar (makrosomia),
janin mati, atau kelainan congenital.
Makrosomia adalah bayi
dengan berat badan > 4000gr hal ini dikarenakan :
- Terjadi
akibat hipernutrisi ibu yang berdampak pada janin, diantaranya, hiperglikemi, kelebihan asam amino, asamlemak
berlebihan.
- Kompensasi
dari sel beta pancreas untuk mengeluarkan insulin sehingga overnutrisi
dapat diubah menjadi bentuk anabolic janin metabolism alam bentuk anabolic
terjadi sema bagian janin kecuali otaknya
Kelainan congenital adalah
cacat bawaan
- Perubahan
metabolism ibu hamil yang menyebabkan hiperglikemia, hiperketosis bahkan
dapat terjadi hipoglikemia. Dengan demikian, sumber energy janin tidak
mampu menentu sehingga dalam pertumbuhannya kekurangan FUEL MEDIATOR
- Dalam
keadaan tertentu glikolisis terganggu. Bil gangguan terjadi sejak umur 7
minggu, pada saat organogenesis, ganguan pembentukan organ dan kelainan
congenital apat terjadi
- Konsentrasi
glycosylated haemoglobin yang merupakan bentuk radikal glukosa sangat
memengaruhi kejadian kelainan congenital
- Glikosil
adalah bentuk radikal dari glukosa yang berkaitan dengan hemoglobin.
Glikosil bentuk glycosylated hemoglobin yang tidak efektif menghantarkan
o2
- Untuk
mengurangi kemungkinan kelainan congenital dapat diberikan asam folik
setiap hari sekitar 4-5 mg. asam foliat dapat diberikan mulai saat
terlambat menstruasi
Kematian Janin dalam rahim
- Kadar
glukosa maternal yang tidak stabil bisa menyebabkan terjadinya janin mati
dalam rahim, yang merupakan kejadian khas pada ibu dengan diabetes.
- Riwayat kehamilan sekarang
a.
Kemungkinan klien merasa mual, muntah, perdarahan.
b.
Kemungkinan kapan merasakan gerakan janin pertama kali
c.
Kemungkinan apakah ada pemeriksaan kehamilan pada tenaga kesehatan,
mendapatkan imunisasi TT dan tablet Fe
d.
Kemungkinan adanya tanda-tanda persalinan : keluarnya blood slem, keluat
air-air, nyeri pinggang menjalar ke ari-ari.
- Riwayat Kesehatan
- Riwayat
kesehatan yang lalu, untuk mengidentifikasi adakah ibu pernah menderita
penyakit DM
- Riwayat
kesehatan sekarang, untuk mngetahui apakah ibu menderita DM
- Riwayat kesehatan keluarga
- Perlu
ditanyakan karena ada kemungkinan ada keluarga yang mempunyai
riwayat DM
Riwayat
kontrasepsi
- Untuk
mengetahui alat kontrasepsi apa saja yang pernah digunakan ibu, berapa
lama dan apakah ada keluhan seelama memakai alat kontrasepsi. Misalnya
pada pil KB kombinasi hormone estrogen dan progestin lebih cenderung
menyebabkan perubahan dalam kontrol glukosa darah sehingga pada ibu DM
tidak boleh di gunakan karena akan menyebabkan semakin tingginya gluosa
dalam darah ibu.
Riwayat
seksualitas
·
Kemungkinan klien mengalami dispareunia,
frigid, apakah aktifitasnya normal atau ada gangguan.
Riwayat
sosial, ekonorni dan budaya.
·
Kemungkinan hubungan klien dengan
suami, keluarga dan masyarakat baik, kemungkinan ekonomi yang kurang mencukupi,
adanya kebudayaan klien yang mempengaruhi kesehatan kehamilan dan
persalinannya.
Riwayat
spiritual
·
Kemungkinan klien melakukan ibadah
agama & kepercayaannya dengan baik.
Riwayat
psikologis.
·
Kemungkinan adanya tanggapan klien
dan keluarga yang baik terhadap kehamilan dan persalinan ini. Kemungkinan klien
dan keluarga untuk mengetahui bagaimana perasaan ibu pada kehamilan ini dan
setelah mengetahui ibu mengalami DMG.
Kebutuhan
dasar.
·
Kemungkinan pemenuhan kebutuhan
bio-psiko yang meliputi pemenuhan nutrisi, proses eliminasi, aktifitas
sehari-hari, istirahat, personal hygiene dan kebiasaan-kebiasaan yang dapat
mempengaruhi kesehatan saat hamil dan bersalin.
B. Data
Objektif.
Data dikumpulkan melalui pemeriksaan ulnum dan pemeriksaan khusus.
- Pemeriksaan
Umum
Untuk mengetahui keadaan umum ibu, sejauh mana keluhan
yang dirasakan ibu, mempengaruhi kondisi kesehatan ibu secara umum. Biasanya
pada ibu DMG ibu akan tampak cemas, gelisah.
- Keadaan
Umum
- Untuk
mngetahui bagaimana keadaan umum klien baik atau tidak
- Kesadaran
Untuk mengetahui bagaimana tingkat kesadaran klien
- Keadaan
Emosional
Untuk mengetahui keadaan emosional untuk mengetahui kadaan emosional
klien dalam keadaan stabil atau tidak
- TTV (
Tanda – tanda Vital )
Untuk mengetahui keadaan tekanan darah, suhu, nadi, respirasi sehubungan
dengan keluhan yang dirasakan ibu
Sebagian ibu hamil dengan DM mengalami hypertensi, karena DM merupakan
gangguan metabolic berupa ketidakmampuan tubuh memproduksi hormone insulin.
Bias pula berupa ketidakmampuan tubuh memanfaatkan insulin yang cukup di
produksi , insulin berperan besar dala tubuh, tingginya kadar glukosa akan
direspon kelenjar pancreas dengan memproduksi hormone insulin. Dengan bantuan
insulin, gukosa masuk kedalam sel, insulin juga berperan dala penyimpanan kelebihan
glukosa di hati dalam bentuk glikogen. Akibat diabetes kadar gula darah akan
tetap tinggi. Hal ini dalam jangka panjang akan mengganggu system hormone Renin
Angiostensin system yang mengatur tekanan darah dan keseimbangan cairan tubuh.
Gangguan itu menyebabkan hormone Angiostensin II meningkat dan pembuluh darah
mengerut sehingga darah menjadi tinggi.
- Berat
badan dan tinggi badan
untuk mengetahui seberpa besar lonjakan kenaikan berat badan ibu, hal ini
sebagai pendeteksi utama untuk mengetahui ibu DM atau tidak, karena kenaikan
berat badan yang cepat akan menimbulkan komplikasi DMG.
- Pemeriksaan
Khusus.
Secara Inspeksi.
o
yairu pemeriksaan pandang yang dimulai dari kepala sampai kaki.Yang dinilai
ialah kemungkinan bentuk tubuh yang normal kebersihan kulit, rambut, muka,
conjunctiva, sklera, hidung dari telinga, mulut apakah ada caries dentis;
stomatitis. karang gigi leher apakah ada pembesaran kelenjar gondok, payudara
apakah simetris kiri dan kanan, keadaan puting susu menonjol atau tidak,
colostrum ada atau tidak, perut membesar sesuai dengan tua kehamilan, apakah
ada bekas luka operasi, vulva apakah bersih ada varices atau tidak, oedema dan
pengeluaran dari vagina atau apakah ada haemorhoid, extremitas atas
dan bawah apakah ada kelainan.
Secara palpasi
o
Untuk mengetahui apakah ada bekas luka operasi, pada ibu hamil dengan DMG
maka akan ditemukan TFU lebih tinggi dari UK dan TBJ yang ditemukan akan besar.
Disini perlu pemeriksaan janin melalui DJJ dengan ketat untuk dapat terus
memantau kesejahteraan janin.
Secara auskultasi
o
Kemungkinan dapat terdengar bunyi jantung, janin, frekwensinya teratur atau
tidak dan posisi punctum maximumnya.
Secara perkusi.
o
Kemungkinan reflex patella kiri dan kanan positif
Pemeriksaan ukuran panggul
o
Kemungkinan normal dengan pengukuran jangka panggul.
Pemeriksaan tafsiran berat janin (TBJ)
o
Kemungkinan berat badan janin normal, dengan menggunakan rumus:
o
(TFU dalam cm – 13 ) x 155
o
Kemudian ditambah 375 untuk lingkaran abdomen yang lebih dari 100 cm
C. Pemeriksaan Penunjang
Hal ini penting dilakukan karna untuk lebih memastikan
diagnosa yang lebih pasti.dan Pemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan
kadar gula darah atau skrining glukosa darah serta ultrasonografi untuk
mendeteksi adanya kelainan bawaan dan makrosomia.
- Periksaan
urine lengkap untuk untuk mengetahui apakah ada kandungan glukosa pada
urine sehingga menunjang untuk ditegakkannya diagnose DMG pada ibu hamil.
- Pemeriksaan
darah . contoh : kadar gula daah untuk mendeteksi adanya DM atau tidak
- Periksa
kadar kolesterol trigliserida karna makan yang banyak mengandung
kolesterol harus dikurangi pada wanita hamil karna ini hany memperburuk
keadaany jika ibu itu DMG.
- Pemeriksaan
infeksi TORCH untuk mendeteksi apakah ibu hamil tersebut mengalami infeksi
pada trimester petama, karena apabila terjadi infeksi janin akan mengalami
cacat bawaan.
Langkah II : Interpretasi Data Dasar
Pada langkah ini dilakukan identifikasi yang benar
terhadap masalah atau diagnosa dan kebutuhan klien berdasarkan
interpretasi yang benar atau data-data yang telah dikumpulkan. Data
dasar yang sudah dikumpulkan diinterpretasikan sehingga ditemukan
masalah atau diagnosa yurg spesifik. Kata masalah dan diagnosa keduanya
digunakan karena, beberapa masalah tidak dapat diselesaikan seperti
diagnosa tapi membutuhkan penanganan yang dituangkan dalam sebuah
rencana asuhan terhadap klien. Masalah ini sering menyertai diagnosa.
Diagnosa yang ditegakkan bidan dalam lingkup praktek kebidanan harus
memenuhi standar nomenklatur diagnosa kebidanan, yaitu :
Diakui dan
telah disahkan oleh profesi.
- Berhubungan
langsung dengan praktek kebidanan.
- Memiliki
ciri khas kebidanan,
- Dapat
diselesaikan dengan pendekatan manajernen kebidanan.
- Didukung
oleh Clinical Judgement dalam lingkup praktek kebidanan.
Berdasarkan kasus ini. maka kemungkinan interpretasi data yang timbul
adalah :
- Diagnosa
Kebidanan
Ibu hamil/tidak G..P..A..H usia kehamilan.. minggu,janin hidup/tidak, tunggla/kembar, intrauterine/ekstrauterin,let-kep/let-su,pu-ka/pu-ki,keadaan
jalan lahir normal/tidak,dengan diabetes militus.
Dasar :
Data Subjektif
o
HPHT,plano-test (+),adanya gerakan janin yang dirasakan ibu
o
Ibu mengatakan tidak dating haidd sejak…
o
Ibu mnengatakan ini anak ke…
o
Ibu mengatakan sering haus dan lapar
o
Ibu mengatakan sering kencing dan penglihatan kabur
Data Objektif
o
KU ibu baik /tidak
o
Pemeriksaan Leopold
o
Teraba satu/dua/tiga bagian besar janin
o
Nyeri tekan/tidak pada perut ibu saat palpasi
o
Pemeriksaan panggul / berdasarkan persalinan yang lalu
o
Terdengar DJJ oleh bidan
1.
Masalah
Kemungkinan masalah yang timbul adalah kecemasan
Dasar : kehamilan kehamilan disertai DM dapat
menyebabkan bayi makrosomia.
2. Kebutuhan
1) Dukungan psikologi
Dasar : Kehamilan disertai DM.
2) Kebersihan vulva,
terutama dalam kehamilan.
Dasar : Pencegahan infeksi. rasa nyaman.
3) Diet
Dasar : Terapi nutrisi adalah terapi utama di dalam
penatalaksanaan diabetes. Tujuan utama terapi diet adalah menyediakan nutrisi
yang cukup bagi ibu dan janin, mengontrol kadar glukosa darah, dan mencegah
terjadinya ketosis (kadar keton meningkat dalam darah).
4) Olahraga
Bersepeda dan olah tubuh bagian atas direkomendasikan
pada wanita dengan diabetes gestasional. Para wanita dianjurkan meraba sendiri
rahimnya ketika berolahraga, apabila terjadi kontraksi maka olahraga segera
dihentikan. Olahraga berguna untuk memperbaiki kadar glukosa darah.
5) Pengobatan insulin
Penderita yang sebelum kehamilan memerlukan insulin
diberikan insulin dengan dosis yang sama seperti sebelum kehamilan sampai
didapatkan tanda-tanda perlu ditambah atau dikurangi.
Langkah III : Mengidentifikasi Diagnosa Atau Masalah Potensial
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau
diagnosa potensial lain berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa yang
sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila
memungkinkan dilakukan pencegahan sambil mengamati klien, bidan
diharapkan dapat bersiap-siap bila diagnosa / rnasalah potensial ini
benar-benar terjadi.
Kemungkinan diagnosa atau masalah potensial yang timbul:
1.
Potensial bayi makrosomia
2.
Dasar :. Makrosomia terjadi akibat hipernutrisi ibu yang berdampak pada
janin
3.
Potensial kematian janin
4.
Dasar : Makrosomia memiliki risiko kematian janin saat dilahirkan karena
ketika melahirkan, bahu janin dapat tersangkut dan peningkatan jumlah operasi
caesar.
5.
Potensial distosia bahu
6.
Dasar : janin besar (makrosomia)
Langkah IV : Identifikasi Kebutuhan Yang Memerlukan Penanganan Segera
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan
atau dokter dan atau untuk dikonsulkan atau ditangani bersama dengan anggota
tim kesehatan lain yang sesuai dengan kondisi klien. Kemungkinan tindakan
segera pada kasus kehamilan disertai DM antara lain :
- Kolaborasi
dengan dokter untuk menangani ibu hamil yang disertai DM tersebut.
Langkah V : Merencanakan Asuhan Yang Menyeluruh
Suatu rencana asuhan harus di setujui oleh kedua belah
pihak baik bidan maupun klien agar perencanaan dapat dilakukan dengan
efektif. Semua keputusan harus bersifat rasional dan valid berdasarkan
teori serta asumsi yang berlaku tentang apa yang akan dan tidak
dilakukan. Perencanaan tindakan yang mungkin dilakukan antara
lain:
- Jelaskan
hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga,keadaan ibu dan janin saat
ini.
- Anjurkan
ibu untuk melakukan konsultasi dengan ahli gizi. Pola makan
ibu dalam sehari tiga kali makan besar diselingi tiga kali makan
kecildengan pembatasan jumlah karbohidrat 40% dari jumlah makanan dalam
sehari.
- Anjurkan
ibu untuk olahraga ringan seperti jalan-jalan santai padapagi atau sore
hari agar tubuh ibu tetap sehat.
- Berikan
KIE kepada ibu tentang Diabetes Melitus Gestasional yaitu keadaan
intoleransi karbohidrat dari seorang wanita yang diketahui pertama kali
ketika dia sedang hamil. Diabetes gestasional terjadi karena kelainan yang
dipicu oleh kehamila, diperkirakan karena adanya perubahan pada
metabolisme glukosa.
- Jelaskan
tanda bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan seperti perdarahan, sakit
kepala yang hebat, odem, nyeri abdomen / ulu hati, gerakan janin berkurang
dan ada gangguan pada penglihatan, jika ibu mengalami salah satu tanda
bahaya tersebut maka menganjurkan ibu untuk segera memeriksakan diri pada
bidan, tenaga kesehatan lain dan atau tempat pelayanan kesehatan terdekat
untuk segera diberikan penanganan lebih lanjut.
- Berikan
terapi insulin agar dapat mencapai kadar gula darah normal dan memberikan
vitamin B1 3×1 (100mg) tablet sehari, untuk memenuhi kebutuhan vitamin ibu
serta memberitahu ibu cara penggunaann vitamin tersebut, yaitu diminum
satu tablet setiap hari dengan air putih.
- Anjurkan
ibu untuk bersalin secara Seksio sesaria (SC) jika kadar gula darah ibu
masih belum normal saat ibu sudah mendekati hari taksiran partus. Ibu
bersedia melakukan SC untuk keselamatan ibu dan bayi.
- Anjurkan
ibu untuk periksa ulang dua minggu lagi dan jika ibu ada keluhan.
- Mendokumentasikan
Asuhan yang telah diberikan pada asuhan kebidanan ibu hamil.
Langkah YI : Melaksanakan Perencanaan
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh yang telah
diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman.
Perencanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan dan sebagian oleh
klien, atau anggota tim kesehatan lainaya. Jika bidan tidak melakukan
sendiri, ia tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan
pelaksanaannya. Bila bidan berkolaborarsi dengan dokter untuk menangani klien yang
mengalami komplikasi maka keterlibatan bidan dalam manajemen asuhan bagi
klien adalah tetap. bertanggtung jawab terhadap terlaksananya rencana
asuhan bersama yang menyeluruh tersebut. Manajemen yang efisien akan
menyingkat waklu dan biaya serta meningkatkan mutu dari asuhan klien.
Beberapa tindakan yang mungkin dapat dilakukan antara lain :
- Menjelaskan
hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga,keadaan ibu dan janin saat
ini.
- Menganjurkan
ibu untuk melakukan konsultasi dengan ahli gizi. Pola makan ibu
dalam sehari tiga kali makan besar diselingi tiga kali makan kecildengan
pembatasan jumlah karbohidrat 40% dari jumlah makanan dalam sehari.
- Menganjurkan
ibu untuk olahraga ringan seperti jalan-jalan santai padapagi atau sore
hari agar tubuh ibu tetap sehat
- Memberikan
KIE kepada ibu tentang Diabetes Melitus Gestasional yaitu keadaan
intoleransi karbohidrat dari seorang wanita yang diketahui pertama kali
ketika dia sedang hamil. Diabetes gestasional terjadi karena kelainan yang
dipicu oleh kehamila, diperkirakan karena adanya perubahan pada
metabolisme glukosa.
- Menjelaskan
tanda bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan seperti perdarahan,
sakit kepala yang hebat, odem, nyeri abdomen / ulu hati, gerakan janin
berkurang dan ada gangguan pada penglihatan, jika ibu mengalami salah satu
tanda bahaya tersebut maka menganjurkan ibu untuk segera memeriksakan diri
pada bidan, tenaga kesehatan lain dan atau tempat pelayanan kesehatan
terdekat untuk segera diberikan penanganan lebih lanjut.
- Memberikan
terapi insulin agar dapat mencapai kadar gula darah normal dan
memberikan vitamin B1 3×1 (100mg) tablet sehari, untuk memenuhi kebutuhan
vitamin ibu serta memberitahu ibu cara penggunaann vitamin tersebut, yaitu
diminum satu tablet setiap hari dengan air putih.
- Menganjurkan
ibu untuk bersalin secara Seksio sesaria (SC) jika kadar gula darah
ibu masih belum normal saat ibu sudah mendekati hari taksiran partus. Ibu
bersedia melakukan SC untuk keselamatan ibu dan bayi.
- Menganjurkan
ibu untuk periksa ulang dua minggu lagi dan jika ibu ada keluhan.
- Mendokumentasikan
Asuhan yang telah diberikan pada asuhan kebidanan ibu hamil.
Langkah VII : Evaluasi
Merupakan langkah akhir dari proses asuhan kebidanan
persalinan post term. Asuhan manajemen kebidanan dilakukan secara kontiniu
sehingga perlu dievaluasi setiap tindakan yang telah diberikan agar
lebih efektif.Kemungkinan hasil evaluasi yang ditemukan :
- Tercapai
selumh ptrencanaan tindakan
- Tercapai
sebagian dari perencanaan tindakan sehingga dibutuhkan revisi
BAB III
TINJAUAN KASUS
No. Register :
Datang ke puskesmas tanggal/jam :
I. PENGKAJIAN DATA,
Tanggal/Pukul
: 10 mai 2016 pukul 10. 00 Oleh : Bidan
A.
Biodata Ibu Suami
1. Nama : Ny. N Tn. H
2. Umur : 23 tahun 28 tahun
3. Agama : Islam Islam
4. Suku/Bangsa : Indonesia Indonesia
5. Pendidikan : SMU SMU
6. Pekerjaan : IRT wirasuasta
7. Alamat : lorong koto lorong koto
B.
DATA SUBYEKTIF
1.
Alasan kunjungan
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilanya
2. Keluhan utama
Ibu
mengatakan kehamilannya sudah lewat bulan dari hari perkiraan lahir
3. Riwayat
mensturasi
Menarce : 13 tahun Siklus : 28 hari
Lama :
7 hari Teratur : teratur
Sifat darah : cair Keluhan
: tidak ada
4. Riwayat
perkawinan
Status perkawinan : sah Menikah
ke : 1
Lama : 1 tahun Usia menikah
pertama : 22 tahun
5. Riwayat
obstetrik
|
Hamil ke
|
Persalinan
|
Nifas
|
|||||||
|
Tgl
|
UK
|
jns
prsalinan
|
penolong
|
kompl
|
JK
|
BB
|
Laktasi
|
kompl
|
|
|
Kehamilan ini
|
|||||||||
6. Riwayat
kontrasepsi yang digunakan
|
No
|
Jenis
kontrasepsi
|
Pasang
|
Lepas
|
||||||
|
Tanggal
|
Oleh
|
tempat
|
keluhan
|
Tanggal
|
oleh
|
tempat
|
alasan
|
||
|
1
|
Ibu
mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi
|
||||||||
7. Riwayat
kehamilan sekarang
a. HPHT : 09-08-2015 TP :
b. ANC pertama umur kehamilan : 4 minggu
c. Kunjungan ANC
Trimester I
Frekuensi : 2x, Tempat :bidan , Oleh : bidan
Keluhan : mual pusing
Terapi : tidak ada
Trimester II
Frekuensi : 3x, Tempat : bidan , Oleh : bidan
Keluhan : nyeri pada ujung kaki dan tangan
Terapi :
Trimester III
Frekuensi : 1x, Tempat : bidan,Oleh : bidan
Keluhan : sakit kepala
Terapi : FE, Vit C, Kalk
d. Imunisasi TT
TT I : ada
TT II: ada
TT III :
e. Pergeraakan janin selama 24 jam
(dalam sehari )
Ibu mengatakan merasakan pergerakan
janin sering jam dalam sehari
8. Riwayat
kesehatan
a. Penyakit yang pernah/sedang diderita
ibu adalah hipertensi
b. Penyakit yang pernah/sedanng diderita keluarga
(menular, menurun dan menahun)
ibu mengatakakan keluarga pernah yaitu hipertensi
c. Riwayat keturunan kembar
ibu mengatakan tidak ada riwayat
keturan kembar
d. Riwayat operasi
ibu mengatakan belum pernah operasi
e. Riwayat alergi obat
ibu mengatakan tidak ada riwayat
alergi obat
9. Pola pemenuhan
kebutuhan sehari-hari
a. Pola nutrisi
sebelum hamil saat
hamil
Makan
Frekuensi : 3x/ hari 3x/
hari
Porsi : 1 piring 1
piring
Jenis : nasi, lauk, sayur nasi,sayur,
lauk
Pantangan : tidak ada tidak
ada
Keluhan : tidak ada tidak
ada
Minum
Frekuensi : 10x/ hari 12x/
hari
Porsi : 1 gelas 1
gelas
Jenis : air putih, susu, teh nasi,sayur,
lauk
Pantangan : tidak ada tidak
ada
Keluhan : tidak ada tidak
ada
b. Pola eliminasi
BAB
Frekuensi : 1xhari
Konsistensi : lembek
Warna : kuning jernih
Keluhan : tidak ada
BAK
Frekuensi : 5x/ hari
Konsistensi : cair
Warna : kuning jernih
Keluhan : tidak ada
c. Pola istirahat
Tidur siang
Lama : 1 jam / hari
Keluhan : tidak ada
Tidur malam
Lama : 8 jam / hari
Keluhan : tidak ada
d. Personal hygiene
Mandi : 2x/ hari 2x/
hari
Ganti pakaian : 2x/ hari 2x/
hari
Gosok gigi : 2x/ hari 2x/
hari
e. Pola
sexsualitas
Frekuensi : 2x/ minggu 1x/
minggu
Keluhan : tidak
ada tidak ada
f. Pola
aktifitas (terkait kegiatan fisik, olah raga)
ibu mengatakan selalu mengkuti
kegiatan senam hamil dan jalan jalan pagi
10. Kebiasaan yang mengganggu
kesehatan (merokok, minum jamu, minuman berakohol)
ibu mengatakan tidak pernah
melakukan kebiasaan yang mengganggu kesehatan seperti merokok, minum jamu,
minuman berakohol
11. Pisikososiospiritual
(penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kehamilan, dukungan sosial, perencanaan persalinan, pemberian ASI, perawatan bayi, kegiataan ibadah, kegiataan sosial, dan persiapan keuangan ibu dan
keluarga)
a.
Ibu mengatakan suami dan keluarga
sangat senang dengan kehamilanya
b. Ibu
mengatakan mendapatkan dukungan sosial dari masyarakat
c. Ibu
mengatakan sudah merencanakan persalinan di RB
d. Ibu
mengatakan akan memberikan ASI esklusif pada bayinya
e. Ibu
mengatakan ingin merawatbayinya sendiri dengan keluarga
f. Ibu mengatakan rajin beribadah
g. Ibu
mengatakan selalu mengikuti kegiatan sosial
h.
Ibu mengatakan sudah menyiapkan
keuanganya untuk bersalin
12. Pengetahuan ibu (tentang kehamilan, persalinan dan laktasi)
ibu mengatakan sudah mengetahui
tentang kehamilan, persalinan, dan laktasi
13. Lingkungan yang
berpengaruh (sekitar rumah dan hewan peliharaan)
ibu mengatakan dilingkungan rumah
tidak memelihara hewan
C.
DATA OBJEKTIF
1.
Pemeriksaan umum
Keadaan umum : baik
Kesadaran : composmetis
Status emosional : stabil
Tanda vital sign
Tekanan darah : 140/70 mMHg Nadi :
78x/ menit
Pernapasan : 20x/ menit Suhu : 36,7 C
Berat badan :
60 kg ini:77 Tinggi
bdn:164 cmLILA 30
2.
Pemeriksaan fisik
Kepala : mesosepal, tidak ada bekas
luka, tidak ada benjolan, tidak nyeri tekan
Rambut : lurus,
hitam, rontok, dan tidak ketombe
Muka : oval,
tidak pucat, tidak odem, tidak ada bekas luka
Mata :
simetris, tidak starbismus, konjungtiva merah muda, sklera putih, tidak ada
tanda-tanda infeksi
Hidung : simetri,
berlubang, tidak polip
Mulut : lembab,
tidak pecah-pecah, gusi tidak epulis, tidak ada stomatitis, gigi tidak karies
Telinga : simetris,
pendengaran baik, tidak ada secret, gendang telinga tidak pecah
Leher : tidak ada
pembesaran kelenjar parotis, tiroid, limfe dan vena jugularis
Dada :
simetris,tidak ada retraksi dinding dada,tidak ada wezing
Payudara : simetris,
puting menonjol, hiperpigmentasi mamae, kolostrum sudah keluar
Abdomen :
tidak ada bekas operasi, tidak ada linea alba, tidak ada striegravidarum
Palpasi leopod
·
Leopod I : tinggi fundus uteri
2 jari di bawah px teraba bulat, tidak melenting, lunak, kemungkinan bokong
janin
·
Lepod II :
bagian kanan teraba kecil-kecil,tidak ada tahanan berati
ekstremitas, bagian kiri teraba
memanjang seperti papan,ada tahanan berarti punggung
·
Leopod III : bagian terendah janin teraba bulat, melenting, keras, tidak
bisa digerakan berarti kepala
·
Leopod IV :tanggan tidak bisa bertemu berarti kepala sudah masuk
panggul(divergen)
·
Osborn test : -
·
TFU menurut Mc.Donald : 34 cm
·
TBJ :
(33-11)x155=3410gr
·
Auskultasi DJJ : 148x/ menit
·
Ekstremitas atas : jumlah jari lengkap, kuku tidak pucat,
tidak terdapat odem, gerakan aktif
·
Ekstremitas bawah : jumlah jari lengkap, kuku tidak
pucat, tidak odem, tidak varises, reflek patela positif
·
Genetalia luar : bersih, tidak ada
pembesaran kelenjar bartolini, tidak varises,
·
Anus : bersih, belubang, tidak hemoroid
·
Pemeriksaan panggul (bila perlu) : -
3.
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan laborat
HB : 11,6 gr%
4.
Data penunjang
Tidak ada
C .KONSEP
DASAR SOAP
1.Prinsip dokumentasi
SOAP merupakan singkatan dari :
S
: subjektif
Menggambarkan pendokumentasian hanya pengumpulan data klien melalui anamnese Tanda gejala subjektif yang diperoleh dari hasil bertanya dari pasien, suami atau keluarga ( identitas umum, keluhan, riwayat menarche, riiwayatperkawinan, riwayat kehamilan, riwayat persalinan, riwayat KB, penyakit,riwayat penyakit keluarga, riwayat penyakit keturunan, riwayat psikososial, pola hidup.) Catatan ini berhubungan dengan masalah sudut pandang pasien. Ekspresi pasien mengenai kekhawa-tiran dan keluhannya dicatat sebagai kutipan langsung atau ringkasan yang berhubungan dengan diag- nosa. Pada orang yang bisu, dibagian data dibelakang” S” diberi tanda” 0” atau” X” ini menandakan
orang itu bisu. Data subjektif menguatkan diagnosa yang akan dibuat.
O
: Objektif
Menggambarkan
pendokumentasian hasil analaisa dan fisik klien, hasil lab, dan test diagnostic
lain yang dirumuskan dalam data focus untuk mendukung assessment. Tanda gejala objektif
yang diperolah dari hasil pemeriksaan ( tanda KU, Fital sign, Fisik, khusus,
kebidanan, pemeriksaan dalam, laboratorium dan pemeriksaan
penunjang.)Pemeriksaan dengan inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi .
Data ini memberi bukti gejala klinis pasien dan fakta yang berhubungan
dengan diagnosa. Data fisiologis, hasil observasi yang jujur, informasi kajian
teknologi (hasil Laboratorium, sinar X, rekaman CTG, dan lain-lain) dan
informasi dari keluarga atau orang lain dapat dapat dimasukkan dalam
kategori ini. Apa yang diobservasi oleh bidan akan menjadi komponen yang
berarti dari diagnosa yang akan ditegakkan
Data ini memberi bukti gejala klinis pasien dan fakta yang berhubungan
dengan diagnosa. Data fisiologis, hasil observasi yang jujur, informasi kajian
teknologi (hasil Laboratorium, sinar X, rekaman CTG, dan lain-lain) dan
informasi dari keluarga atau orang lain dapat dapat dimasukkan dalam
kategori ini. Apa yang diobservasi oleh bidan akan menjadi komponen yang
berarti dari diagnosa yang akan ditegakkan
A
: Assesment
Masalah atau diagnosa yang ditegakkan berdasarkan data atau informasi subjektif maupun objektif yang dikumpulkan atau disimpulkan. Karenakeadaan pasien terus berubah dan selalu ada informasi baru baik subjektif maupun objektif, dan sering diungkapkan secara terpisah-pisah, maka proses pengkajian adalah suatu proses yang dinamik. Sering menganalisa adalahsesuatu yang penting dalam mengikuti perkembangan pasien dan menjaminsuatu perubahan baru cepat diketahui dan dapat diikuti sehingga dapat diambil tindakan yang tepat. Menggambarkan pendokumentasian hasil analisa dan interpretasi data subjektif dan objektif dalam suatu identifikasi :
1. Diagnosa /masalah
- Diagnosa adalah rumusan dari hasil pengkajian mengenai kondisi
klien : hamil, nbersalin, nifas dan bayi baru lahir .Berdaasarkan hasil analisa data ynag didapat.
- Masalah segala sesuatu yang menyimpang sehingga kebutuhan klien terganggu, kemungkinan mengganggu kehamilan/kesehatan tetapi tidak masuk dalam diagnosa.
2. Antisipasi masalah lain/diagnosa potensial
P :
Menggambarkan pendokumentasian dari perencanaan dan evalusi berdasarkan
Assesment
SOAP untuk perencanaan, implementasi dan evaluasi dimasukkan dalam” P “ sedangkan. Perencanaan Membuat rencana tindakan saat itu atau yang akan datang. Untuk mengusahakan tercapainya kondisi pasien yang sebaik mungkin atau menjaga mempertahankan kesejahteraannya. Proses ini termasuk kriteria tujuan tertentu dari kebutuhan pasien yang harus dicapai dalam batas waktu tertentu, tindakan yang diambil harus membantu pasien mencapai kemajuan dalam kesehatan dan harus sesuai dengan instruksi dokter.
Assesment
SOAP untuk perencanaan, implementasi dan evaluasi dimasukkan dalam” P “ sedangkan. Perencanaan Membuat rencana tindakan saat itu atau yang akan datang. Untuk mengusahakan tercapainya kondisi pasien yang sebaik mungkin atau menjaga mempertahankan kesejahteraannya. Proses ini termasuk kriteria tujuan tertentu dari kebutuhan pasien yang harus dicapai dalam batas waktu tertentu, tindakan yang diambil harus membantu pasien mencapai kemajuan dalam kesehatan dan harus sesuai dengan instruksi dokter.
Implementasi
Pelaksanaan rencana tindakan untuk menghilangkan dan mengurangi masalahklien. Tindakan ini harus disetujui oleh klien kecuali bila tidak dilaksanakanakan membahayakan keselamatan klien. Oleh karena itu klien harus sebanyak mungkin menjadi bagian dari proses ini. Bila kondisi klien berubah, intervensimungkin juga harus berubah atau disesuaikan.
Pelaksanaan rencana tindakan untuk menghilangkan dan mengurangi masalahklien. Tindakan ini harus disetujui oleh klien kecuali bila tidak dilaksanakanakan membahayakan keselamatan klien. Oleh karena itu klien harus sebanyak mungkin menjadi bagian dari proses ini. Bila kondisi klien berubah, intervensimungkin juga harus berubah atau disesuaikan.
Evaluasi
Tafsiran dari efek tindakan yang telah diambil merupakan hal penting untuk menilai keefektifan asuhan yang diberikan. Analisis dari hasil yang dicapai menjadi fokus dari ketepatan nilai tindakan. Jika kriteria tujuan tidak tercapai,proses evaluasi dapat menjadi dasar untuk mengembangkan tinda-kan alternatifsehingga mencapai tujuan.
4. Menggambarkan keterkaitan manajemen
kebidananan dan SOAP
D. SOAP IBU
HAMIL DENGAN HIPERTENSI
|
S
|
O
|
A
|
P
|
|
-Senin ,2
mei 2016 -pukul:11:45
-ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya
-ibu mengtkan ini kehamilan nya yang pertama
|
1.
Pemeriksaan umum
Keadaan umum : baik
Kesadaran : composmetis
Status emosional : stabil
Tanda vital sign
Tekanan darah : 140/70 mMHg Nadi : 78x/ menit
Pernapasan : 20x/
menit Suhu : 36,7 C
Berat badan :
60 kg ini:77 Tinggi
bdn:164 cmLILA 30
2.
Pemeriksaan fisik
Kepala : mesosepal, tidak ada bekas
luka, tidak ada benjolan, tidak nyeri tekan
Rambut : lurus,
hitam, rontok, dan tidak ketombe
Muka : oval,
tidak pucat, tidak odem, tidak ada bekas luka
Mata :
simetris, tidak starbismus, konjungtiva merah muda, sklera putih, tidak ada
tanda-tanda infeksi
Hidung : simetri, berlubang,
tidak polip
Mulut : lembab,
tidak pecah-pecah, gusi tidak epulis, tidak ada stomatitis, gigi tidak karies
Telinga : simetris,
pendengaran baik, tidak ada secret, gendang telinga tidak pecah
Leher : tidak
ada pembesaran kelenjar parotis, tiroid, limfe dan vena jugularis
Dada :
simetris,tidak ada retraksi dinding dada,tidak ada wezing
Payudara : simetris,
puting menonjol, hiperpigmentasi mamae, kolostrum sudah keluar
Abdomen :
tidak ada bekas operasi, tidak ada linea alba, tidak ada striegravidarum
Palpasi leopod
·
Leopod I : tinggi fundus
uteri 2 jari di bawah px teraba bulat, tidak melenting, lunak, kemungkinan
bokong janin
·
Lepod II : bagian kanan teraba kecil-kecil,tidak ada
tahanan berati ekstremitas, bagian
kiri teraba memanjang seperti papan,ada tahanan berarti punggung
·
Leopod III : bagian terendah janin teraba bulat, melenting, keras, tidak
bisa digerakan berarti kepala
·
Leopod IV :tanggan tidak bisa bertemu berarti kepala sudah masuk
panggul(divergen)
·
Osborn test :
-
·
TFU menurut Mc.Donald : 34 cm
·
TBJ :
(33-11)x155=3410gr
·
Auskultasi DJJ :
148x/ menit
·
Ekstremitas atas : jumlah jari lengkap, kuku tidak pucat,
tidak terdapat odem, gerakan aktif
·
Ekstremitas bawah : jumlah jari lengkap, kuku tidak pucat,
tidak odem, tidak varises, reflek patela positif
·
Genetalia luar :
bersih, tidak ada pembesaran kelenjar bartolini, tidak varises,
·
Anus :
bersih, belubang, tidak hemoroid
·
Pemeriksaan panggul (bila perlu) :
-
|
Ibu hamil G1P1A0H0 usia kehamilan 38-39 minggu,janin
hidup,tunggal,intra uterin,penurunan kepala sudah masuk PAP sebagian kecil,KU
ibu dan janin baik.
|
-tenaga
kesehatan sudah menginformasikan kepada ibu hasil pemeriksaan ,
-tenaga
kesehatan sudah mengatakan kalau ibu adalah ibu hamil hipertensi dan berdampak
pada kehamilan ibu dan juga bisa berdampak perdarahan kepada ibu saan
persalinan .
-ibu
sydah megetahui nya .
-tenaga
kesehatan sudah memberitahukan tanda tanda bahaya pada saat kehamilan karna
itu sangat penting aat kehamilan untuk mencegah koplikasi pada ibu ,i
-bu
sudah mengetahui tanda-tanda bahaya dalam kehamilan
.-ingatkan
ibu persiapan persalinan yaitu tempat persalinan yang ibuk ingin kan
,penolong saat persalinan ,transportasi ibu menuju tempat persalinan ,
-Dan
ibu mempersiapkan pakaian bayi dan perlengkapan ibu nifas
-ibu
suda mempersiapkan persipan persalinan nya .
-anjurkan
ibu untuk jalan “ pagi ,ibu mengatakan akan dia lakukan .
-ingat
kan ibu taksiran persalinan nya .in
gat kan ibu untuk menjaga niutrisa nya ,
-ibu
mengatakan sudah mengerti.ingatkan ibu untuk kunjungan ulang .
-ibu
mengatakan akan datang kembali untuk kunjunagn ulang.
|
BAB IV
PERBANDINGAN TEORI DAN KASUS
Perbandingan
teory dengan kasus ny”N” G1P1A0 umur 23 tahun UK 38-39 minggu di puskesmas
ambacang padang :
A.
Data
subjektif
1.biodata
klien ,semua biodata klien harus lah kita isi sesuai dengan jawaban dari ny “N”
G1P1A0H0 umur 23 tahun di puskesmas ambacang.pasien menjawap dengan baik.
2.riwayat
penyakit yang lalu , ibu mengatakan ibu pernah mengalami penyakit hipertensi
,seharus nya di dalam teory ibu tidak boleh memiliki riwayat penyakit
hipertensi ,karena riwayat hipertensi sangat berpengaruh pada saat persalinan
ny “N” tersebt,takut nya ny“N” akakn mengalami pendarahan yang hebat saat
persalinan nya .
3.
riwayat penyakit yang pernah di alami keluarga , ibu mengatakan keluarga ny”n”
pernah mengalami riwayat penyakit hipertensi,riwayat hipertensi yang pernah di
alami oleh keluarga yaitu penyakit hipertensi juga sangat berpengaruh terhadap
ibu ,karena jika orang tua dan keluarga ny”N” pernah mengalami penyakit
hipertensi kemungkinan besar ibu juga akan mengalami penyakit hipertensi.
4.riwayat
sosial dan ekonomi, Ibu
mengatakan ini adalah perkawinannya yang ke-1 kehamilan nya ini sudah di
rencanakan ,suami dan keluarganya sangat bahagia dengan kehamilan ny “N”,karena
jika ibu hamil yang tidak di inginkan akan berdampak pada masalah psikologi si
ibu tersebut dan keluarga tidak mendukung kehamilan ibu.bisa saj ibu menggurkan
kandungan nya . Ibu mengatakan ekonomi keluarga nya stabil dan tidak ada
kesulitan dan masalah ,jika ekonomi ibu yang tidak menyukupi atau ada masalah,
itu akan membuat beban pikiran pada ibu dan si ibu akan mengalami kekurangan
nutrisi untuk si ibu dan si janin yang di kandungan ibu.
B .data objektif ny”N” G1P1A0 umur 23 tahun UK 38-39
minggu di puskesmas ambacang.
1. Pemeriksaan
fisik , keadaan ibu baik dilihat dri kita sebagai tenaga kesehatan ,emosional
ibu stabil dapat di mlihat dari wajh si ibu ,si ibu tidak merasa gelisah atau
pun seperti orang banyak pikiran ,pemeriksaan fisik di lakukan karena jika ibu
merasa gelisa dan emosional nya tidak stabil itu akan berdampak pada janin si
ibu.
2. Pemeriksaan
tanda-tanda vital ,dari hasil pemeriksaan tekanan darah ibu 140/90 ,nadi ibu 78
x/menit ,suhu ibu 36,6 c,pernafasan ibu 20x/menit ,berat badan ibu sebelum
hamil adalh 60 kg,dan sesudah hamil adalah 77 ,tinngi badan ibu 164 lila ibu 30
cm tekanan darah ibu ,ibu di katakan hipertensi karena tensi ibu sudah mencapai
140/90 sedangkan tensi ibu hamil normal minimal 110/80 tidak melewati 140 atau
mencapai 140/90.jika ibu mengalami tekanan darah 140/90 secara teratur akan
menyebapkan ibu mengalami perdarahan yang hebat saat persalinan.
3. Pemeriksan
khusus ,dalam pemeriksaan khusus ibu rambut ibuk rontok dan ada oedema di
eksremitas bawah si ibu.oedama adalah tanda gejala preeklamsi pada ibu .
4. Pemeriksaan
palpasi ,dalam pemeriksaan palpasi tidak ada masalah potensial ,tinggi fundus
uteri ibu dua jari di bawah px,kepala janin sudah masuk pintu panggul sebagian
kecil ,MCD ibu 34 dan djj janin 148.pada pemeriksan panggul pada ny”N” tidak di
lakukan ,reflek perkusi pada ny”N” patella kanan (+) dan patella kiri (+).dalam
pemeriksan labor HB ibu adalah 11,6 HB ibu normal tampa indikasi .ibu tidak
melakukan tes penunjang lain nya lagi .
C.
assesmen
pada ny”N”
Ibu
hamil G1P1A0H0 UK 38-39 minggu ,janin hidup,tunggal ,intra uterin,penurunan
kepala sebagian keci sudah masuk pintu panggul,puki,KU ibu dan janin
baik.asesmen ibu sudah sesuai dengan standar asesmen ibu hamil fisiologis
D.
planing
tenaga
kesehatan sudah menginformasikan kepada ibu hasil pemeriksaan ,tenaga kesehatan
sudah mengatakan kalau ibu adalah ibu hamil hipertensi dan berdampak pada
kehamilan ibu dan juga bisa berdampak perdarahan kepada ibu saan persalinan .ibu
sydah megetahui nya .tenaga kesehatan sudah memberitahukan tanda tanda bahaya
pada saat kehamilan karna itu sangat penting aat kehamilan untuk mencegah
koplikasi pada ibu ,ibu sudah mengetahui tanda-tanda bahaya dalam kehamilan
.ingatkan ibu persiapan persalinan yaitu tempat persalinan yang ibuk ingin kan
,penolong saat persalinan ,transportasi ibu menuju tempat persalinan ,dan ibu
mempersiapkan pakaian bayi dan perlengkapan ibu nifas.ibu suda mempersiapkan
persipan persalinan nya .anjurkan ibu untuk jalan “ pagi ,ibu mengatakan akan
dia lakukan .ingat kan ibu taksiran
persalinan nya .in gat kan ibu untuk menjaga niutrisa nya ,ibu mengatakan sudah
mengerti.ingatkan ibu untuk kunjungan ulang .ibu mengatakan akan datang kembali
untuk kunjunagn ulang.
DAFTAR PUSTAKA
Ai Yeyeh Rukiyah.2010. Asuhan kebidanan 4 Patologi.
Jakarta: Tim
Kapita Selekta. Kegawatdaruratan Obstetri dan
Ginekologi. Jakarta: EGC
http://chiiviolet.blogspot.com/2013/12/makalah-kehamilan-dengan-hipertensi.html
Langganan:
Komentar (Atom)
